PENGARUH TERAPI BERMAIN: COOPERATIVE PLAY DENGAN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIALISASI ANAK TUNA GRAHITA

Heri Priatna, Tri Arianingsih

Abstract

ABSTRAK

Tunagrahita is a development function and intellectuals below normal. It is cause they have limitations in cognitive, verbal, motor and air-socialization skills. This socialization is very important for children with tunagrahita. Socializing skills in children with tunagrahita can be seen from therapy play: cooperative with a puzzle. Aim research this knowing the effect of playing therapy: playing cooperatively with the puzzle to improve the skill and socialization children with tunagrahita. The design used in this study was pre-experimental with one group of pretest-posttest designs. The population in this study were all children with tunagrahita from SLB Mutiara Tanjungpinang, the total of them were 7 children. Samples used all populations and techniques used are observations. Data were analyzed statistically using Nonparametric Wilcoxon (α) 5%. The Wilcoxon test was chosen because the data is not normally distributed. The results showed that ρ = 0.026. Value ρ < 0,05 it means that there is influence play therapy: cooperative play with a puzzle to improve socialization skill in children with tunagrahita at SLB pearl Tanjungpinang.

 

ABSTRAK


Tunagrahita adalah perkembangan fungsi dan intelektual di bawah normal. Hal ini menyebabkan mereka memiliki keterbatasan secara kognitif, verbal, motorik dan keterampilan bersosialisasi. Sosialisasi ini sangat penting bagi anak dengan tunagrahita. Keterampilan sosialisasi pada anak-anak dengan tunagrahita dapat tampak dari terapi bermain: kooperatif dengan teka-teki. Tujuan penelitian ini mengetahui efek terapi bermain: bermain kooperatif dengan puzzle untuk meningkatkan keterampilan dan sosialisasi anak dengan tunagrahita. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimental dengan satu kelompok desain pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak dengan tunagrahita dari SLB Mutiara Tanjungpinang, total mereka adalah 7 anak. Sampel yang digunakan semua populasi dan teknik yang digunakan adalah observasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan Non parametrik Wilcoxon (α) 5%. Uji Wilcoxon dipilih karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ρ=0,026. Nilai ρ<0,05 itu berarti bahwa ada pengaruh terapi bermain: kooperatif play dengan puzzle untuk meningkatkan keterampilan sosialisasi pada anak-anak dengan tunagrahita di SLB mutiara Tanjungpinang.

Keywords

Playing Therapy; cooperative; Puzzle; Skills Socialization ; Tuna Grahita; Terapi Bermain; Kooperatif Play; Puzzle; Keterampilan Sosialisasi; Tuna Grahita

Full Text:

PDF
Copyright (c) 2019 JURNAL KEPERAWATAN
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.