Continous Positive Airway Pressure / Cpap Pada Kasuskegawatan Nafas Pada Bayi Baru Lahir: Sebuah Tinjauan Literatur

Titik Ambar Asmarini, La Ode Abdul Rahman

Abstract

Introduction: Respiratory distress are common occurrences in newborns. This is a challenge in the diagnostic and management of newborn care. The Metode of this paper is an overview of the results of the literature review of one of the roles of technology in the health sector, namely Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) which is a tool to maintain positive pressure continuously on the neonatal airways during spontaneous breathing. Discussion: From the results of the review of 8 literature obtained, the correct use of CPAP is proven to reduce breathing difficulties, reduce dependence on oxygen, help improve and maintain lung residual capacity, and reduce the need to be treated in intensive care, thereby reducing treatment costs. However, this tool has side effects that can make a neonate injured, namely: injury to the nose, such as erosion of the rice septal, and nasal snubbing, while long-term use can cause pneumothorax. Conclusion: CPAP is indeed effective in terms of usage and in terms of cost, but like other hard technologies, CPAP also has shortcomings and complication. It is hoped that further researchers can find ways to reduce the side effects of CPAP. 
ABSTRAK

Pendahuluan:  Gangguan pernapasan merupakan kejadian yang sering terjadi yang dialami oleh bayi baru lahir. Hal ini merupakan tantangan dalam diagnostik dan manajemen perawatan bayi baru lahir.Metode penulisan ini adalah  gambaran dari hasil literature review salah satu peranan teknologi dalam bidang kesehatan yaitu  Continuous Positive Airway Pressure ( CPAP) yang merupakan alat untuk mempertahankan tekanan positif  secara terus menerus pada saluran napas bayi baru lahir selama pernafasan spontan. Pembahasan: dari hasil telaah dan review 8 literatur yang diperoleh, penggunaan CPAP yang benar terbukti dapat menurunkan kesulitan bernafas, mengurangi ketergantungan terhadap oksigen, membantu memperbaiki dan mempertahankan kapasitas residual paru, serta mengurangi kebutuhan untuk dirawat di ruangan intensif sehingga mengurangi biaya perawatan. Namun alat ini mempunyai efek samping yang dapat membuat bayi cedera yaitu: cedera pada hidung, misalnya erosi pada septal nasi, dan nasal snubbing, sedangkan penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan Pneumothorak. Kesimpulani: Cara kerja CPAP memang efektf dari segi penggunaan dan dalam hal biaya, namun seperti teknologi keras lainnya CPAP juga mempunyai kekurangan dan komplikasinya diharapkan peneliti selanjutnya dapat menemukan cara mengurangi efek samping  pemasangan CPAP .

Keywords

Respiratory Distress, Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), newborns; Respiratory Distress, Continuous Positive Airway Pressure ( CPAP ), bayi baru lahir

Full Text:

PDF
Copyright (c) 2020 JURNAL KEPERAWATAN
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.